5 Ciri Khas Interior Restoran dengan Nuansa Jepang

Berencana untuk membuat usaha baru yaitu restoran Jepang? Bukan hanya makanan saja yang harus diperhatikan, Anda juga harus mengubah interiornya menjadi lebih menarik. Desain interior restoran khas Jepang berbeda dengan restoran biasanya. Baik itu restoran Eropa atau resto Timur Tengah. Cukup sulit untuk membuat desainnya, maka jika Anda kesulitan mintalah bantuan dari kontraktor interior Jakarta. Menggunakan jasa kontraktor interior adalah cara yang tepat untuk membuat desain interior yang sesuai.

Ciri Khas Interior Restoran Jepang

Anda mungkin tidak memiliki pengalaman untuk merancang desain interior, namun bukan berarti Anda buta akan cara mendesain. Temukan berbagai inspirasi tentang semua desain restoran ala Jepang. Melihat di majalah atau bertanya langsung kepada kontraktor interior Jakarta akan membuat pandangan Anda menjadi lebih luas dalam desain tema ini.

Menerapkan Ciri Khas Restoran Ala Jepang

Ketika menerapkan desain interior restoran Jepang ada banyak elemen yang merupakan ciri khasnya. Misalnya saja penggunaan pintu kertas dengan motif dan warna sederhana. Pintu kertas adalah ciri utama yang tidak hanya diterapkan pada restoran tetapi juga hunian jepang. Kertas yang digunakan adalah kertas khusus yang disebut dengan shoji. Kertas ini memiliki warna putih yang fungsinya untuk menyebarkan cahaya secara merata ke dalam ruangan.

Selain pintu atau dinding kertas, Anda bisa menerapkan beberapa ciri khas lain untuk restoran dengan nuansa Jepang berikut ini.

  • Menggunakan lantai tatami

lantai tatami

Restoran Jepang selalu memiliki gaya lesehan dengan lantai tatami. Lantai tatami disusun di atas rangka kayu. Penyusunan dilakukan secara berbeda tergantung dengan dimensi ruangan. Tatami sendiri adalah jerami padi yang dianyam dan perawatannya harus diperhatikan. Setiap tatami memiliki bentuk persegi dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran standarnya adalah 88cmX176cm yang nantinya disusun sehingga membentuk dimensi ruangan.

  • Lampu sebagai dekorasi

Lampu yang digunakan sangat unik dengan konsep seperti lampion. Masih menggunakan kertas, biasanya kertas diberikan tulisan Jepang atau lukisan pohon bambu. Lampu ini bisa diletakan di di sudut atau digantung di salah satu sisi ruangan. Jika lampu tradisional biasanya dinyalakan dengan menggunakan minyak sayur, tetapi untuk lebih amannya Anda bisa mengganti dengan lampu berwarna tungsten.

  • Furniture ala Jepang

Konsep lesehan bukan berarti tidak ada furniture yang digunakan. Sebuah restoran Jepang juga akan menggunakan furniture dengan material kayu. Bahan alami adalah ciri khas utama yang tidak terpisahkan. Desain furniture sendiri lebih sederhana, misalnya meja makan berbentuk persegi di atas tatami. Anda bisa memberikan kursi lesehan dengan sandaran yang terbuat dari rotan dan ditambahkan cushion berwarna merah. Namun ada juga yang tidak menggunakan kursi namun hanya chison warna merah atau biru.

  • Sekat Ruangan

Ada dua jenis sekat ruangan yang digunakan yaitu bentuk partisi atau dinding dari kayu dan kertas. Khusus untuk partisi, biasanya menggunakan bahan seperti kertas atau kain dengan lukisan. Lukisan yang dipilih biasanya bergambar tanaman atau pemandangan alam seperti gunung. Sedangkan untuk sekat ruangan berbentuk dinding dari kayu dan kertas sama seperti pintu. Menggunakan kertas shoji dan bisa digeser agar ruangan bisa diperluas sesuai kebutuhan.

  • Dekorasi tanaman

Jasa interior dari Temtera yang mendesain restoran bernuansa Jepang pasti akan menyarankan untuk memberikan dekorasi tanaman. Konsep dari nuansa Jepang selalu dekat dengan alam, dan bukan hanya didapatkan dalam bentuk lukisan pada sekat atau lampu saja. Tanaman asli bisa diletakan di dalam restoran berbentuk karangan bunga khusus. Karangan bunga hasil dari ikebana ini akan mencerminkan suasana restoran yang nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *