Beberapa Tipe Dan Ukuran Paving Block

Tipe Dan Ukuran Paving Block

Paving block atau bata beton tentu sudah sangat sering Anda temui di lingkungan sekitar Anda. Biasanya banyak dijumpai untuk pelengkap konstruksi jalan/lantai di luar bangunan. Benda yang terbuat dari campuran semen, air, abu batu, agregat halus dan komponen lainnya ini selain menambah keindahan konstruksi juga dapat menjadi solusi terbaik untuk lahan resapan saat hujan ataupun banjir. Penyerapan air biasanya melalu rongga pemasangan paving block. Bentuk warna dan ukuran paving block dapat diciptakan beraneka ragam.

Pembuatan Paving Block

Ada 3 metode yang biasa digunakan untuk proses pembuatan bata beton ini, yakni :

  • Paving block manual press atau dengan menggunakan tangan. Jenis ini biasanya digunakan untuk perkerasan non-stuctural seperti halaman rumah atau trotoar yang memiliki daya beban rendah.
  • Paving block press mesin vibrasi. Jenis ini diproduksi dengan menggunakan mesin getar. Mutu betonnya lebih tinggi daripada manual press. Biasanya dapat digunakan untuk perkerasan lantai garasi atau lahan parkir.
  • Paving block press mesin hidrolik. Produksinya menggunakan mesin hidrolik dengan kekuatan tekanan di atas 300 kg/cm2. Hasil yang dihasilkan pun merupakan beton dengan kualitas paling tinggi. Jenis ini dapat digunakan untuk perkerasan structural untuk menahan beban besar yang dilalui di atasnya, seperti area jalan lingkungan perumahan.

Untuk masing-masing paving block yang dibuat lazimnya memiliki ketebalan 6 cm, 8 cm dan 10 cm yang pemilihannya tergantung berat beban di atasnya.

Tipe dan Ukuran Paving Block

Tipe paving block sangat beraneka ragam sesuai keinginan si pembuat, namun yang paling sering digunakan adalah sbb :

1. Model Batu Bata

Model ini adalah yang paling sering digunakan. Bentuknya memang mirip dengan batu bata. Ukuran paving block ini adalah 10,5 x 21 cm. Ketebalannya bervariasi dari 6 – 10cm. Untuk area per m2 nya jumlah yang dibutuhkan sekitar 44 buah.

2. Model Segitiga (Trihex)

Ukuran dari paving model segitiga ini adalah 19,7 x 9,6 cm (ketebalan 6 – 10cm). Untuk area per m2 nya jumlah yang dibutuhkan sekitar 39 buah.

3. Model Segi Enam (Hexagon)

Model segi enam ini ini juga banyak dijumpai di sekitar kita. Untuk ukurannya adalah 20 x 20 cm (ketebalan 6 – 10cm). Untuk area per m2 nya dapat diisi sekitar 27 buah.

4. Model Cacing (Zig – Zag)

Bentuknya yang zig-zag memang sangat unik menyerupai cacing. Ukuran paving block ini yakni 11,5 – 22,5 cm (ketebalan 6 – 10cm). Untuk area per m2 nya jumlah yang dibutuhkan sekitar 39 buah. Namun karena polanya yang zig-zag, model ini agak sedikit sulit untuk dipadukan dengan model paving block yang lain.

5. Model Topi Uskup

Paving block dengan pola yang menyerupai topi Uskup ini memiliki ukuran sekitar 30 x 21 cm (ketebalan 6 – 10cm). Per m2 nya jumlah yang dibutuhkan sekitar 25 buah.

6. Model Rumput (Grass Block)

Untuk paving block model rumput ini mempunya 2 tipe, yakni tipe L5 dan L8.

Grass block tipe L5 berbentuk persegi dengan ukuran 40 x 40 cm dan biasanya dibuat dengan ketebalan 8 cm. Untuk area per m2 dibutuhkan sekitar 6,25 buah.

Sementara itu, grass block tipe L8 berbentuk persegi panjang dengan ukuran 30 x 45 cm. Untuk ketebalan yang lazim digunakan untuk tipe ini yakni 6 dan 8 cm. Jumlah yang dibutuhkan untuk per m2 adalah sekitar 7,5 buah.

Semua jenis paving block ini dapat dibuat dengan beragam warna. Pada umumnya menggunakan warna natural (abu-abu), merah, hijau, kuning, hingga hitam. Selain membuat konstruksi jalan menjadi rata dan membantu proses penyerapan air, benda ini juga tentu menambah keindahan dengan kreasi yang bisa diciptakan dengan beragam bentuk, warna dan ukuran paving block.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *